Pada prinsipnya tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri. Manusia selalu butuh manusia yang lain, apapun statusnya. Manusia butuh keluarga, keluarga butuh anak, seseorang butuh pasangan, orang kerja butuh partner, guru butuh murid, tukang butuh kuli dan lainnya.
Dasar inilah yang menjadi inspirasi saya menuliskan tentang kolaborasi. Kolaborasi secara sederhana saya anggap sebagai pertemuan sesuatu (bisa manusia dan benda) dengan sesuatu yang lain. Pertemuan itu atas dasar butuh sama butuh, saling melengkapi, dan saling memberikan manfaat.
Saya menyebutnya kolaborasi yang indah. Dimana kolaborasi ini terkait dengan berkolaborasinya kedua kakak saya, menjadi partner kerja yang saling melengkapi. Kakak saya yang satu adalah seorang pengkonsep yang handal, orang dengan segudang alternative rencana, seorang yang mampu memandang jauh kedepan, seorang yang mampu membidik peluang-peluang emas sekaligus mengantisipasi hambatan-hambatannya.
Kakak saya yang satunya adalah seorang yang lincah, kesana-kemari dengan banyak kenalan dan relasi kerja. Seorang yang mempunyai kemampuan teknis yang luar biasa di banyak bidang. Seorang yang berkemauan keras, tekun, bertanggung jawab dan tentu saja pintar.
Sebenarnya kolaborasi ini bisa dibilang kolaborasi yang unik. Pasalnya mereka sama-sama batu (keras kepala) yang sering berbenturan pemikiran dan tidak ada yang mau mengalah. Tapi biasanya dengan ajaibnya ditengah benturan itu selalu tercapai kesepakatan yang diterima kedua pihak. Dan menurut saya sebenarnya mereka saling membutuhkan untuk saling membenturkan diri.
Perpaduan jiwa pengkonsep dan kemampuan teknis ini merupakan modal kerja yang sangat efektif, cepat dan efesien. Apalagi mereka adalah tipe-tipe orang yang “gila kerja”, mampu mengerjakan banyak pekerjaan dalam waktu yang sempit dan mampu mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Dengan berkolaborasinya mereka, sesulit apapun pekerjaan pasti bisa teratasi, sebanyak apapun pekerjaan itu akan mampu selesai.
Kolaborasi yang indah jenderal!!!. Diantara benturan-benturan batu itu ada percik api yang indah, ada merah api yang berani, ada bara api yang menghangatkan dan ada api yang bisa menghidupi banyak orang. Teruslah berkolaborasi…. Bawa melejit kemana kalian suka…..
Selamat, kolaborasi yang tepat.